Penemuan Naga Laut Berhidung Pedang, Spesies Baru dari 180 Juta Tahun Lalu

Penemuan Naga Laut Berhidung Pedang, Spesies Baru dari 180 Juta Tahun Lalu

Penemuan Naga Laut Berhidung Pedang

Para ilmuwan berhasil menganalisis fosil reptil laut purba berusia sekitar 180 juta tahun yang ditemukan di Inggris. Fosil tersebut memiliki bentuk moncong panjang menyerupai bilah pedang, sehingga dinamai “naga laut berhidung pedang” atau sword dragon. Penemuan ini memberikan wawasan baru mengenai evolusi predator laut di masa Jurassic awal.

Fosil Langka dari Jurassic Coast Inggris

Penemuan ini diumumkan oleh tim peneliti University of Portsmouth, bekerja sama dengan ilmuwan internasional, dan dipublikasikan di jurnal Papers in Palaeontology. Fosil tersebut ditemukan di tebing Golden Cap, kawasan pesisir Dorset, Inggris, yang termasuk Situs Warisan Dunia Jurassic Coast.

Spesies baru ini dinamai Xiphodracon goldencapensis, yang berasal dari bahasa Yunani xiphos (pedang) dan dracon (naga). Meskipun ditemukan pada 2001, fosil ini baru selesai dianalisis secara menyeluruh pada 2025 setelah melalui pemindaian 3D dan rekonstruksi digital.

Ciri Fisik dan Kemampuan Berburu

Xiphodracon termasuk dalam kelompok ichthyosaurus, yaitu reptil laut yang menyerupai lumba-lumba. Spesies ini memiliki panjang tubuh sekitar 3 meter, gigi tajam, serta mata besar yang membantu berburu di kedalaman laut.

Menurut Dr. Dean Lomax, paleontolog yang memimpin penelitian, bentuk tubuh ramping membuat Xiphodracon menjadi pemburu laut yang cepat dan efisien.
“Spesies ini sangat menarik karena menunjukkan masa transisi penting dalam evolusi ichthyosaurus,” ujar Lomax, dikutip dari Live Science.

Bukti Evolusi Reptil Laut

Sebelum penemuan ini, terdapat celah dalam catatan fosil ichthyosaurus dari masa 185–180 juta tahun lalu. Fosil Xiphodracon membantu menjembatani celah tersebut dan menunjukkan adanya perubahan anatomi dari spesies tua menuju bentuk yang lebih modern.

Analisis fosil juga mengungkap adanya bekas luka pada tengkorak, yang menunjukkan bahwa reptil ini mungkin pernah bertarung dengan hewan laut lain atau terluka sebelum mati.

Hasil studi ini memperkuat pemahaman tentang “pergantian fauna laut Jurassic,” masa ketika banyak spesies purba berevolusi untuk beradaptasi dengan lingkungan laut yang terus berubah.

Dari Fosil ke Pameran Museum

Setelah proses penelitian rampung, fosil Xiphodracon goldencapensis akan dipamerkan di Royal Ontario Museum, Kanada, agar masyarakat dapat melihat langsung salah satu hewan laut purba paling menarik yang pernah ditemukan.

Pameran ini diharapkan bisa memperkenalkan publik pada kekayaan sejarah kehidupan laut purba dan kemajuan teknologi modern dalam dunia paleontologi.

Kesimpulan

Penemuan naga laut berhidung pedang ini menjadi tonggak penting dalam penelitian evolusi reptil laut. Dengan bentuk tubuh aerodinamis, rahang panjang, dan gigi tajam, Xiphodracon menunjukkan bagaimana alam bereksperimen dalam menciptakan predator laut efisien di masa Jurassic.

Selama jutaan tahun, fosil seperti ini menjadi saksi bisu bagaimana lautan purba membentuk kehidupan yang kini hanya tersisa dalam batuan sejarah.